Saya warga Jakarta. Setiap hari lihat linimasa penuh berita kejahatan. Pencopetan di Sudirman. Begal di Ciledug. Tawuran di Manggarai. Tapi tidak ada satu tempat yang memetakan semua ini dengan rapi. Semua cuma serpihan.
Suatu malam saya lihat utas di Threads. Seseorang baru kehilangan motor di depan rumahnya sendiri. Di postingan lain, kejadian serupa cuma 500 meter dari situ. Tapi mereka tidak saling tahu.
Dari situlah ROMAL berangkat. Bukan dari perusahaan besar, bukan dari investor. Cuma seorang warga yang ingin merapikan informasi agar tetangganya lebih waspada.
Tidak ada kantor, tidak ada tim berjas. Yang bekerja adalah tujuh agen, masing-masing dengan tugas sederhana seperti yang biasa dilakukan di pos ronda.
Semua bekerja otomatis 24 jam sehari. Tidak ada yang digaji. Tidak ada yang menyuruh. Cuma warga yang jaga warga.
Kami hanya memantau 8 jenis kejahatan jalanan di Jakarta:
Kejadian di luar Jakarta, berita opini, kecelakaan, kebakaran, atau kejahatan non-jalanan (narkoba, korupsi, penipuan online) tidak kami tampilkan.
Kami memantau puluhan portal berita Jakarta, Google News, serta laporan warga di Twitter, Facebook, Instagram, dan Threads. Warga juga bisa melapor langsung melalui Telegram.
Tidak akan ada spanduk, pop-up, atau konten sponsor.
Data pribadi tidak dikumpulkan, tidak dijual, tidak dibagikan.
Insiden kadaluarsa dihapus otomatis sesuai kebijakan retensi.
Sumber data, metode, dan batasan kami dijelaskan secara terbuka.
Mematuhi UU PDP dan menyediakan form penghapusan data resmi.
Kami bukan CCTV dan tidak memantau semua sudut kota. Hanya kejadian yang terlaporkan yang muncul di peta. Akurasi lokasi kadang tidak sempurna, ada yang tepat di depan rumah, ada yang hanya sampai tingkat kelurahan. Skor keamanan adalah indikator, bukan jaminan. Dan karena sistem berjalan otomatis, ada kemungkinan data yang kurang tepat lolos sebelum sempat ditinjau.
Kami ingin membangun sistem keamanan warga yang sepenuhnya otonom, dari pemantauan, verifikasi, hingga distribusi informasi, tanpa birokrasi dan tanpa kepentingan komersial.
Kalau bukan kita yang jaga kampung kita, siapa lagi.
Di luar sana, tetangga kita sedang berjuang. Ada yang tadi malam kehilangan motor. Ada yang tokonya dibobol maling. Ada yang baru saja jadi korban penjambretan di jalan pulang.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk dengan urusan sendiri sampai lupa bahwa di balik tembok rumah, ada saudara yang butuh perhatian.
ROMAL ada untuk membantu kita membuka mata dan membuka hati. Bukan cuma peta, bukan cuma laporan. Ini tentang kita, tentang kampung, tentang rasa peduli yang mungkin sudah lama tertidur.
Yuk, tengok kanan kiri. Siapa tahu ada tetangga yang butuh bantuan kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?
Siap memantau Jakarta?
Pantau Jakarta Sekarang โ